PRINSIP KERJA COOLING TOWER PADA SISTEM AC SENTRAL

April 19, 2010

PRINSIP KERJA COOLING TOWER PADA SISTEM AC SENTRAL

By: Budi Haryanto on: Wed 07 of May, 2008 08:16 WIT (10737 Reads)

(2738 bytes)

Salah satu komponen utama pada AC sentral selain chiller, AHU, dan ducting adalah cooling tower atau menara pendingin. Fungsi utamanya adalah sebagai alat untuk mendinginkan air panas dari kondensor dengan cara dikontakkan langsung dengan udara secara konveksi paksa menggunakan fan/kipas. Konstruksi cooling tower terdiri dari system pemipaan dengan banyak nozzle, fan/blower, bak penampung, casing, dsb.

Proses yang terjadi pada chiller atau unit pendingin untuk system AC sentral dengan system kompresi uap terdiri dari proses kompresi, kondensasi, ekspansi dan evaporasi. Proses ini terjadi dalam satu siklus tertutup yang menggunakan fluida kerja berupa refrigerant yang mengalir dalam system pemipaan yang terhubung dari satu komponen ke komponen lainnya. Kondensor pada chiller biasanya berbentuk water-cooled condenser yang menggunakan air untuk proses pendinginan refrigeran. Secara umum bentuk konstruksinya berupa shell & tube dimana air mengalir memasuki shell/ tabung dan uap refrigeran superheat mengalir dalam pipa yang berada di dalam tabung sehingga terjadi proses pertukaran kalor. Uap refrigeran superheat berubah fasa menjadi cair yang memiliki tekanan tinggi mengalir menuju alat ekspansi, sementara air yang keluar memiliki temperatur yang lebih tinggi. Karena air ini akan digunakan lagi untuk proses pendinginan kondensor maka tentu saja temperaturnya harus diturunkan kembali atau didinginkan pada cooling tower. Langkah pertama adalah memompa air panas tersebut menuju cooling tower melewati system pemipaan yang pada ujungnya memiliki banyak nozzle untuk tahap spraying atau semburan. Air panas yang keluar dari nozzle secara langsung melakukan kontak dengan udara sekitar yang bergerak secara paksa karena pengaruh.fan/blower yang terpasang pada cooling tower. Sistem ini sangat efektif dalam proses pendinginan air karena suhu kondensasinya sangat rendah mendekati suhu wet-bulb udara. Air yang sudah mengalami penurunan temperature ditampung dalam bak/basin untuk kemudian dipompa kembali menuju kondensor yang berada di dalam chiller. Pada cooling tower juga dipasang katup make up water yang dihubungkan ke sumber air terdekat untuk menambah kapasitas air pendingin jika terjadi kehilangan air ketika proses evaporative cooling tersebut. Prestasi menara pendingin biasanya dinyatakan dalam “range” dan “approach”, dimana range adalah penurunan suhu air yang melewati cooling tower dan approach adalah selisih antara udara suhu udara wet-bulb dan suhu air yang keluar. Perpindahan kalor yang terjadi pada cooling tower berlangsung dari air ke udara tak jenuh. Ada dua penyebab terjadinya perpindahan kalor yaitu perbedaan suhu dan perbedaan tekanan parsial antara air dan udara. Suhu pengembunan yang rendah pada cooling tower membuat sistem ini lebih hemat energi jika digunakan untuk system refrigerasi pada skala besar seperti chiller. Salah satu kekurangannya adalah bahwa sistem ini tidak praktis karena jarak yang jauh antara chiller dan cooling tower sehingga memerlukan system pemipaan yang relative panjang. Selain itu juga biaya perawatan cooling tower cukup tinggi dibandingkan system lainnya.

Kategorisasi oleh udara-air-flow

Crossflow
Crossflow adalah sebuah desain di mana aliran udara diarahkan tegak lurus aliran air (lihat diagram di bawah). aliran udara masuk satu atau lebih wajah vertikal menara pendingin untuk memenuhi bahan mengisi. Air mengalir (tegak lurus ke udara) melalui mengisi oleh gravitasi. Udara terus melalui mengisi dan dengan demikian melewati aliran air menjadi area sidang pleno terbuka. Sebuah distribusi atau baskom air panas yang terdiri dari sebuah panci yang mendalam dengan lubang atau nozel di bawah ini digunakan dalam menara crossflow. Gravity mendistribusikan air melalui nozel merata di seluruh bahan isi.

Counterflow
Dalam desain counterflow aliran udara secara langsung berlawanan dengan aliran air (lihat diagram di bawah). aliran udara pertama memasuki area terbuka di bawah isi media dan kemudian disusun secara vertikal. Air disemprotkan melalui nosel bertekanan dan mengalir ke bawah melewati mengisi, berlawanan dengan aliran udara.

Umum untuk kedua desain:
• Interaksi antara udara dan aliran air memungkinkan pemerataan parsial dan penguapan air.
• Udara, sekarang jenuh dengan uap air, dibuang dari menara pendingin.
• Kumpulan atau baskom air dingin digunakan untuk berisi air setelah interaksinya dengan aliran udara.
Kedua crossflow dan desain counterflow dapat digunakan dalam konsep alam dan konsep menara pendingin mekanik.

Menara pendingin sebagai gas buang stack


Di beberapa pembangkit listrik modern, dilengkapi dengan pemurni gas buang seperti Staudinger Grosskrotzenburg Power Station Power Station dan Rostock, menara pendingin juga digunakan sebagai gas buang stack (cerobong asap industri). Pada tanaman tanpa pemurnian gas buang, masalah dengan korosi dapat terjadi

.

Dasar menara pendingin dengan air terjun
Menara pendingin Basah material balance
Secara kuantitatif, saldo material di sekitar sistem, menara pendingin evaporative basah diatur oleh variabel operasional laju aliran makeup, penguapan dan kerugian windage, draw-off bunga, dan siklus konsentrasi: [5]

M = Make-up water in m³/hr
C = Circulating water in m³/hr
D = Draw-off water in m³/hr
E = Evaporated water in m³/hr
W = Windage loss of water in m³/hr
X = Concentration in ppmw (of any completely soluble salts … usually chlorides)
XM = Concentration of chlorides in make-up water (M), in ppmw
XC = Concentration of chlorides in circulating water (C), in ppmw
Cycles = Cycles of concentration = XC / XM (dimensionless)
ppmw = parts per million by weight

Dalam sketsa di atas, air dipompa dari cekungan menara pendingin adalah air disalurkan melalui proses pendingin dan kondensor di fasilitas industri. Air dingin menyerap panas dari proses aliran panas yang perlu didinginkan atau terkondensasi, dan panas yang diserap menghangatkan air beredar (C). Kembali air hangat ke puncak menara pendingin dan menetes ke bawah atas bahan mengisi dalam menara. Seperti menetes ke bawah, udara ambien itu bangkit kontak melalui menara baik oleh draft alami atau forced draft menggunakan kipas besar di menara. kontak Hal itu menyebabkan sejumlah kecil air yang akan hilang sebagai windage(W) dan sebagian air (E) menguap. panas yang dibutuhkan untuk menguapkan air berasal dari air itu sendiri, yang mendinginkan air kembali ke suhu baskom air asli dan air kemudian siap untuk recirculate. Air menguap garamnya terlarut daun belakang di sebagian besar air yang belum menguap, sehingga meningkatkan konsentrasi garam dalam air pendingin yang bersirkulasi. Untuk mencegah konsentrasi garam dari air menjadi terlalu tinggi, sebagian air yang diambil dari (D) untuk pembuangan. Fresh air makeup (M) diberikan ke bak menara untuk mengkompensasi hilangnya air menguap, windage kehilangan air dan air draw-off.
Sebuah neraca air di sekitar seluruh sistem adalah:

M = E + D + W

Karena air yang menguap (E) tidak memiliki garam, keseimbangan klorida di sekitar sistem ini:

M (XM) = D (XC) + W (XC) = XC (D + W)

dan, karena itu:XC / XM = Cycles of concentration = M ÷ (D + W) = M ÷ (M – E) = 1 + [E ÷ (D + W)]

Dari keseimbangan panas disederhanakan sekitar menara pendingin:

E = C · ΔT · cp ÷ HV

dimana:
HV = latent heat of vaporization of water = ca. 2260 kJ / kg
ΔT = water temperature difference from tower top to tower bottom, in °C
cp = specific heat of water = ca. 4.184 kJ / (kg°C)

Windage (atau drift) kerugian(W) dari skala besar menara pendingin industri, dengan tidak adanya data pabrikan, mungkin bisa diasumsikan sebagai:
W = 0,3 menjadi 1,0 persen dari C untuk sebuah draft menara pendingin alami tanpa drift eliminator windage
W = 0,1-0,3 persen dari C untuk menara pendingin induced draft tanpa drift eliminator windage
W = sekitar 0,005 persen dari C (atau kurang) jika menara pendingin memiliki drift eliminator windage
Siklus konsentrasi merupakan akumulasi mineral terlarut dalam air pendinginan sirkulasi. Draw-off (atau blowdown) digunakan terutama untuk mengontrol penumpukan mineral.
Kimia air makeup termasuk jumlah mineral terlarut dapat sangat bervariasi. Makeup air mineral terlarut rendah seperti dari persediaan air permukaan (danau, sungai dll) cenderung agresif untuk logam (korosif). Makeup air dari persediaan air tanah (sumur) biasanya lebih tinggi pada mineral dan cenderung scaling (deposit mineral). Meningkatkan jumlah mineral hadir dalam air dengan bersepeda dapat membuat air kurang agresif untuk perpipaan namun tingkat mineral berlebihan dapat menyebabkan masalah scaling.
Sebagai siklus peningkatan konsentrasi air mungkin tidak mampu menampung mineral dalam larutan. Ketika kelarutan mineral ini telah melebihi mereka dapat mempercepat keluar sebagai padatan mineral dan menyebabkan fouling dan masalah panas pertukaran dalam menara pendingin atau penukar panas. Suhu air sirkulasi, pipa dan permukaan panas pertukaran menentukan apakah dan dimana mineral, akan terbentuk dari air sirkulasi. Seringkali seorang konsultan profesional perawatan air akan mengevaluasi makeup air dan kondisi operasi menara pendingin dan merekomendasikan rentang yang sesuai untuk siklus konsentrasi. Penggunaan bahan kimia pengolahan air, pretreatment seperti pelunakan air, penyesuaian pH, dan teknik lain dapat mempengaruhi rentang diterima siklus konsentrasi.

CORROSION UNDER INSULATION

KOROSI SISTEM PERPIPAAN

CORROSION UNDER INSULATION (KOROSI DI BAWAH ISOLASI)

Oleh : Manik Priandani, Process & Corrosion Engineer

Pipa-pipa yang dibungkus isolator panas juga bisa mengalami masalah korosi karena sel aerasi-differensial yang terbentuk di balik / di bawah isolasi. Isolator yang terbuat dari bahan penghambat perambatan panas juga berfungsi sebagai sumbu yang merembeskan air ke bagian lain. Korosi di bawah isolasi digolongkan sebagai korosi atmosferik dengan faktor penyebab air. Air yang mungkin berasal dari hujan, kabut, atau pengembunan akibat kelembaban relatif tinggi.

Kabut dan pengembunan bisa mendatangkan bahaya korosi dari udara karena membasahi seluruh permukaan termasuk yang tersembunyi. Lapisan-lapisan tipis air dari kabut dan embun tidak akan mengalir dan akan tetap di situ sampai menguap oleh hembusan angin atau meningkatnya temperatur. Untuk memulai serangan, selapis tipis air yang tidak kelihatan sudah lebih dari cukup. Kebanyakan logam seperti besi, baja, nikel, tembaga, dan seng mengalami korosi bila kelembaban relatif lebih besar dari 60 %. Jika kelembaban lebih dari 80 %, karat pada besi dan baja menjadi higroskopik (menyerap air) dan dengan demikian laju serangan meningkat lagi.

1.1.      Ekonomi dan Safety

Laju korosi di bawah isolasi dalam kondisi basah memiliki laju 20 kali lebih besar dibandingkan pada kondisi atmosferik (ambient). Bila pipa yang terkorosi harus diperbaiki / diganti, maka diperlukan biaya bermilyar-milyard untuk satu Pabrik, tidak termasuk kehilangan produksi serta akibat keseluruhan dari Pabrik yang mati (shut down).

Karena tidak terlihat, maka corrosion under insulation (CUI) seakan terjadi secara mendadak, dan dapat menimbulkan kebocoran dengan potensial terjadinya bahaya, khususnya pada aliran fluida yang berbahaya, sehingga memicu terjadinya kenaikan temperature atau tekanan pada vessel.

1.2. Kondisi

Tiga faktor yang diperlukan sehingga terjadi korosi di bawah isolasi (corrosion under insulation / CUI) :

  1. Air

Air akan terbawa selama penyimpanan isolasi ataupun pada saat pemasangan, karena kebocoran system, tidak efektifnya waterproofing, pemeliharaan yang kurang baik atau ”service lapses”.

  1. Kandungan Bahan Kimia dalam Air.

Bila pH turun di bawah 4, korosi akan berlangsung sangat cepat. Seperti  korosi asam (acidic corrosion) umumnya terjadi pada material Carbon Steel. Sehingga selalu dijaga kondisi pH isolasi berada pada kondisi netral/alkali pada range antara 7,0  – 11,7.

Dengan material austenitic stainless steel, masalah utama yang perlu diperhatikan adalah kandungan Chlorida bebas dan mechanical stress. Pada kenyataannya, untuk menjamin kualitas isolasi yang kontak langsung dengan stainless steel, diperlukan isolasi yang tidak (sangat sedikit) mengandung chloride dan flouride. Di Amerika Serikat dan beberapa negara lain, level ini diimbangi / dilawan dengan isolasi yang melepaskan ion natrium dan silikat. Ion Chloride yang terlepas juga dipicu oleh air hujan, pabrik  maupun cooling tower atmosferik, atau juga portable water yang biasa dipakai untuk fire fighting (pemadam kebakaran), flushing ataupun pencucian area. Laju dan tingkat keparahan serangan biasanya ditentukan oleh konduktivitas elektrolit, yang bergantung pada kadar bahan pengotor yang terlarut. Bahan pengotor ini berbeda-beda, dari karbon dioksida (membentuk larutan agak asam), ion-ion ammonium, serta ion-ion klorida di lingkungan laut. Di lingkungan laut, terutama di pesisir (seperti lingkungan PKT), laju korosi bisa lebih tinggi.

c. Temperatur

Temperatur berpengaruh terhadap korosi atmosferik melalui dua cara :

  1. Peningkatan temperatur biasanya diikuti oleh peningkatan laju reaksi. Temperatur service antara 32°F dan 212°F (0°C dan 100°C) memungkinkan air masih dalam bentuk cair. Dengan range temperatur tersebut, laju korosi akan naik dua kali setiap kenaikan temperatur 27°F sampai 36°F (15°C sampai 20°C). Potensial korosi maksimum umumnya berada di antara kedua range tersebut. Stress Corrosion Cracking yang diinduksi oleh Chloride pada material Carbon Steel umumnya terjadi pada range ambient (atau bisa juga di bawah) dari 248°F (120°C).
  2. Perubahan temperatur berpengaruh terhadap kelembaban relatif dan dapat menyebabkan pengembunan pada titik embun (dew point condensation). Jika temperatur turun lebih rendah dari titik embun, udara menjadi jenuh dengan uap air dan titik-titik air akan mengendap pada setiap permukaan yang terbuka. Pengembunan bisa terjadi di semua permukaan yang cukup dingin, baik di luar maupun di dalam isolasi. Titik-titik air dapat menggenang pada tempat-tempat tertentu dan membentuk kolam elektrolit yang tersembunyi dalam suatu struktur sehingga korosi terjadi di tempat yang tidak disangka-sangka.

Selain itu ada dua kondisi temperatur korosi yang khusus yaitu :

  1. Temperatur siklis yang mempercepat korosi,
  2. Temperatur extreme yang tercapai selama terjadinya shut down pabrik, di mana air terakumulasi tanpa pembekuan atau evaporasi (pada kondisi ini penggantian isolasi harus direkomendasikan).

1.3.      Pencegahan CUI

Tiga langkah untuk mengurangi / menanggulangi masalah korosi di bawah isolasi (corrosion under insulation = CUI) adalah :

  1. Mencegah adanya vapor (uap air) :

Hal ini merupakan tindakan yang paling penting, namun penghilangan uap air dengan mencegah adanya uap air kelihatannya cukup sulit.

  1. Other Barriers (Pemakaian Penghalang yang lain, selain Isolasi)

Penghalang lain seperti cat (paints) atau mastics (misalnya silicones, epoxy phenolics, coal tar epoxies dan bitumens) dapat dipakai sebagai pencegah secara fisik untuk air yang akan kontak langsung dengan peralatan. Dengan material-material tersebut, maka persiapan permukaan menjadi masalah yang kritis, dan bebas cacat dalam pengecatan sangat penting. Aluminium foil dapat juga dipakai sebagai barikade fisik sebagus lapisan proteksi katodik.

  1. Proper Insulation

Alternatif ketiga adalah pemilihan isolasi yang tepat dengan meminimalkan water intrusion.  Meminimalkan adanya air akan mengurangi laju korosi logam.

1.4.      Tipe Isolasi

Umumnya Isolasi dibagi menjadi dua katagori :

  1. Untuk temperatur rendah.

Isolasi untuk temperatur rendah termasuk polyurethane dan polyisocyanurate cellular plastics, sebagus phenolics. Dari kesemuanya, akan membentuk larutan asam (pH 2 – 3) dalam air.

  1. Untuk temperatur tinggi.

1.5.      Beberapa Pengalaman tentang CUI

Terjadi pada Exxon bahwa isolasi polyurethane pada tangki panas, sejumlah korosi ditemukan ketika isolasi dilepas. Air bersama halogen di dalam isolasi memberikan kondisi pH 1 dan mempercepat korosi logam. Sumber halogen adalah fire retardant dari pemakaian polyurethane. Akhirnya, Exxon mengurangi masalah tersebut degan merubah tipe isolasi.

Potensial dengan mengubah lingkungan asam dengan memakai plastik polyurethane cellular selanjutnya tidak tepat lagi karena senyawa chloride – phsogene dipakai pada produk ini. Konsekuensinya, pabrik menyebutkan bahwa permukaan metal harus diproteksi dengan corrosion – inhibiting coating.

Contoh lain dari kegagalan akibat korosi dengan isolasi polyurethane juga terjadi pada pipa-pipa oil dan gas ARCO, di mana 85 % dari dinding pipa telah berkarat setelah kurang dari 10 tahun beroperasi. Penetrasi komplit pada atap tangki oil panas di Belanda; korosi sumuran yang dalam dan korosi merata pada tangki storage gas dingin di Inggris dan Saudi Arabia; dan stress corrosion cracking pada vessel brewery yang terbuat dari material stainless steel.

Phenolics, di pihak lain, juga bersifat asam, dipakai juga di pabrik, dan dapat menciptakan lingkungan menjadi pH 1,8.

Katagori mengenai isolasi termasuk aplikasi temperatur tinggi. Salah satu di antaranya adalah : Calcium silikat, perlite, mineral wood, dan febrious glass Absorbent fiberous glass). Walau masing-masing dikenal porous, calcium silikat dan fiberous glass umumnya banyak menyebabkan masalah.

System Exxon telah memiliki pengalaman yang cukup banyak mengenai hubungan antara korosi yang diakibatkan keberadaan air yang melepas chloride dengan pemakaian isolasi calcium silikat. Di Monsato, calcium silikat memberikan banyak masalah. Di Eropa pada saat meeting tentang korosi di bawah lagging, konsekuensinya adalah bahwa calcium silikat adalah tidak cocok untuk senyawa agresif. England’s Institution of Chemical Engineer yang mem-warning bahwa calcium silikat dan menimbulkan resiko untuk stress corrosion dengan mengijinkan terjadinya pengembunan pada permukaan hot metal. Sementara beberapa isolasi mengandung inhibitor stress crack, namun bila system telah melebihi life timenya, maka kemampuan inhibitor untuk mencegah crack akan menurun drastis. ARCO dan Esso di Belanda, DuPont, Exxon, dan Gulf mempunyai pengalaman yang sama tentang isolasi absorbent fibroud glass.

2.      FUNGSI PEMASANGAN ISOLASI

Sesuai spesifikasi dalam pemasangan isolasi yang disebutkan dalam setiap spesifikasi proyek di PKT, maka Spesifikasi cover suatu peralatan (vessel, piping, peralatan mekanikal atau item-item lain yang diperlukan) dengan memasang Isolasi adalah :

  1. Pada peralatan pada kondisi normal operasi beroperasi pada temperatur antara 60 s/d 550°C.
  2. Nozzles dan flanges pada peralatan dan piping juga harus di-isolasi seperti juga peralatan dan piping yang teriisolasi.
  3. Isolasi on skirt dan leg supported vessels harus berada di 0,6 meter di bawah tangen line.
  4. Personal protection untuk pipa yang harus idisolasi minimal setinggi 2,5 meter di atas grade, platform, dan level operasi yang lain.
  5. Isolasi untuk personnel protection harus dipasang bila pipa dan dinding peralatan bertemperatur ³ 60°C.

MBAH PRIOK

April 19, 2010

SBY: Hentikan Penggusuran Makam Mbah Priok…!

Rabu, 14 April 2010 – 23:19 wib
TB Ardi Januar – Okezone
presidenri.go.id

JAKARTA – Bentrokan yang terjadi di makam Mbak Priok, Koja, Jakarta Utara, menyita perhatian publik, tak terkecuali Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Malam tadi sekira pukul 23.00 WIB, Rabu (14/4/2010), SBY menggelar jumpa pers di Istana Negara. SBY memerintahkan agar pembongkaran makam Mbah Priok dihentikan.

“Saya sudah menginstruksikan kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menghentikan pembongkaran atau renovasi makam tersebut,” tegas SBY seperti yang disiarkan secara langsung oleh Metro TV.

Dirinya juga mengimbau kepada Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo beserta jajarannya untuk terus bersikap persuasif dan membicarakan secara baik-baik dengan warga.

“Sekali lagi saya sampaikan dan ini berlaku bagi provinsi manapun agar memilih cara pendekatan yang baik untuk melakukan penertiban,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, ratusan orang yang terdiri dari aparat kepolisian, personel Satpol PP, dan masyarakat, mengalami luka serius akibat bentrokan yang terjadi pagi hingga petang tadi. Bahkan, salah seorang anggota Satpol PP bernama W Soepoeno ditemukan tewas di lokasi kejadian.

“Tadi saya sudah mendapat kabar dari Wakil Gubernur DKI bahwa ada satu anggota Satpol PP meninggal dunia. Saya ucapkan bela sungkawa,

Pantang menyerah,demi mbah priok

Warga sekitar menggunakan tameng polisi untuk melawan polisi

Warga yang terluka saat bentrokan

Mobil satpol pp dibakar warga

Satpol pp mengevakuasi seorang anggotanya yang terluka

KERUSUHAN PRIOK

Yang Harus Tanggung Jawab dari Dirut Pelindo Sampai Presiden
Kamis, 15 April 2010, 13:01:00 WIB

Laporan: Firardi Rozy

Jakarta, RMOL. Penggusuran secara paksa terhadap makam Mbah Priok adalah bentuk arogansi kekuasaan Pemprov DKI dan PT Pelindo dalam merusak budaya masyarakat yang seharusnya dipelihara negara.

“Kekerasan dan kebrutalan Satpol PP cermin pemerintah yang selalu mengedepankan kekerasan dalam menertibkan rakyat,” kata aktivis Petisi 28, Haris Rusli Moti, di gedung Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Menteng, Jakarta, Kamis (15/4).

Selain itu, kerusuhan Priok juga merupakan potret ketidakmampuan pemerintah menjalankan administrasi yang akuntabel serta pengelolaaan persoalan perkotaan dan kemiskinan tanpa kekerasan.

“Pemerintah masih menganggap kekumuhan dan kemiskinan sebagai musuh bersama. untuk itu, di Komnas HAM, Petisi 28 menuntut pembubaran Satpol PP yang menjadi alat kekuasaan negara,” tegasnya.

Tak hanya menuntut pembubaran Satpol PP, Petisi 28 juga mempinta pertanggung jawaban SBY-Boediono atas praktek kekerasan negara yang dilakukan aparat penegak hukum di seluruh daerah.

Begitu juga kepada Gubernur DKI Fauzi Bowo dan Wakil Gubernur DKI Prijanto serta Kepala Satpol PP Harianto Bajuri. Mereka disebut gagal memberi perlindungan terhadap rakyat.

“Walikota juga harus mundur karena bersekutu dengan kekuatan modal. Tangkap dan adili Dirut Pelindo II serta jajarannya karena telah melakukan dugaan skenario penggusuran disertai kekerasan terhadap rakyat,” tegasnya

Kisah Panjang Makam Keramat Mbah Priok

Upaya membongkar makam Mbah Priok di Koja, bukan kali ini saja. Semua gagal.

Kamis, 15 April 2010, 06:28 WIB

Elin Yunita Kristanti

Rusuh di depan makam mbah Priok

VIVAnews – Darah tertumpah di muka makam keramat Mbah Priok di Koja, Jakarta Utara, Rabu 14 April 2010. Kerusuhan antara aparat dan warga diwarnai berbagai aksi kekerasan.

Ada yang tewas tergeletak, sementara korban-korban lain berjatuhan karena sabetan kelewang, diinjak-injak, dan jadi sasaran pukulan — demi sebuah tanah makam.

Bagi warga masyarakat, Mbah Priok atau Habib Hasan bin Muhammad al Haddad bukan tokoh biasa. Dia adalah penyebar agama Islam dan seorang tokoh yang melegenda. Namanya bahkan jadi cikal bakal nama kawasan Tanjung Priok.

Mbah Priok bukan orang asli Jakarta. Dia dilahirkan di Ulu, Palembang, Sumatera Selatan pada 1722 dengan nama Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan Bin Muhammad Al Haddad R.A.

Al Imam Al Arif Billah belajar agama dari ayah dan kakeknya, sebelum akhirnya pergi ke Hadramaut, Yaman Selatan, untuk memperdalam ilmu agama.

Menjadi penyebar syiar Islam adalah pilihan hidupnya. Pada 1756, dalam usia 29 tahun, dia pergi ke Pulau Jawa.

Al Imam Al Arif Billah tak sendirian, dia pergi bersama Al Arif Billah Al Habib Ali Al Haddad dan tiga orang lainnya menggunakan perahu.

Konon, dalam perjalanannya, rombongan dikejar-kejar tentara Belanda. Namun, mereka tak takluk.

Dalam perjalanan yang makan waktu dua bulan, perahu yang mereka tumpangi dihantam ombak. Semua perbekalan tercebur, tinggal beberapa liter beras yang tercecer dan periuk untuk menanak nasi.

Suatu saat rombongan ini kehabisan kayu bakar, bahkan dayung pun habis dibakar. Saat itu, Mbah Priok memasukan periuk berisi beras ke jubahnya. Dengan doa, beras dalam periuk berubah menjadi nasi.

Cobaan belum berakhir, beberapa hari kemudian datang ombak besar disertai hujan dan guntur. Perahu tak bisa dikendalikan dan terbalik. Tiga orang tewas, sedangkan Al Imam Al Arif Billah dan Al Arif Billah Al Habib harus susah payah mencapai perahu hingga perahu yang saat itu dalam posisi terbalik.

Dalam kondisi terjepit dan tubuh lemah, keduanya salat berjamaah dan berdoa. Kondisi dingin dan kritis ini berlangsung 10 hari, sehingga wafatlah Al Imam Al Arif Billah.

Sedangkan Al Arif Billah Al Habib alam kondisi lemah duduk diatas perahu disertai priuk dan sebuah dayung — terdorong ombak dan diiringi lumba-lumba menuju pantai.

Kejadian itu disaksikan beberapa orang yang langsung memberi bantuan. Jenazah Al Imam Al Arif Billah dimakamkan. Dayung  yang yang sudah pendek ditancapkan sebagai nisan. Di bagian kaki ditancapkan kayu sebesar lengan anak kecil — yang akhirnya tumbuh menjadi pohon tanjung.

Sementara periuk nasi yang bisa menanak beras secara ajaib ditaruh di sisi makam. Konon — periuk tersebut  lama-lama bergeser dan akhirnya sampai ke laut.

Banyak orang mengaku jadi saksi, 3 atau 4 tahun sekali periuk itu timbul di laut dengan ukuran sebesar rumah.

Berdasarkan kejadian itu, daerah tersebut akhirnya dinamakan dengan Tanjung Priuk, ada juga yang menyebut Pondok Dayung — yang artinya dayung pendek.  Nama Al Imam Al Arif Billah pun dikenal jadi ‘Mbah Priok’.

Rekan perjalanan Mbah Priok, Al Arif Billah Habib Ali Al Haddad dikabarkan sempat menetap di daerah itu. Dia lalu melanjutkan perjalanannya hingga berakhir di Sumbawa.

****
Dikisahkan, rencana pembongkaran makam Mbah Priok bukan kali ini saja.

Konon, ketika Belanda berkuasa, pemerintah kolonial ingin membongkar makam ini tiba terdengar ledakan keras dan sinar dari dalam makam, sehingga urung dibongkar.

Pada era Orde Baru, pembongkaran juga direncanakan. Namun yang terjadi, buldozer untuk membongkar makam yang dikeramatkan itu meledak. Korban jiwa pun jatuh.

Rencana pembongkaran terakhir sebenarnya direncanakan sejak 2004 lalu. Namun, baru hari ini terealisasi.

Ratusan Satpol PP dibantu kepolisian mengeksekusi lahan — yang menurut instruksi gubernur DKI nomor 132/2009 tentang penertiban bangunan — berdiri di atas lahan milik PT Pelindo II, sesuai dengan hak pengelolaan lahan (HPL) Nomor 01/Koja dengan luas 1.452.270 meter persegi.

Pemerintah DKI berdalih tidak akan membongkar makam. Kepala Bidang Informasi dan Publikasi Pemprov DKI Cucu Ahmad Kurnia mengatakan makam itu akan dijadikan monumen dan cagar budaya. Bukan digusur.

Apalagi, kata Cucu, jasad Mbah Priok sudah tidak ada di sana. Jasad itu sudah dipindahkan ke TPU Semper.

Menurut surat Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta pada 10 Februari 2009, jasad Mbah Priok dipindahkan pada 21 Agustus 1997. Sebagian lagi jasadnya dibawa ahli waris ke luar kota.

Mesin bubut

April 19, 2010

Mesin bubut

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Mesin bubut tahun 1911 menunjukkan bagian-bagiannya.

Mesin bubut kecil

Mesin Bubut adalah suatu Mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda yang diputar. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan.

Dengan mengatur perbandingan kecepatan rotasi benda kerja dan kecepatan translasi pahat maka akan diperoleh berbagai macam ulir dengan ukuran kisar yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan menukar roda gigi translasi yang menghubungkan poros spindel dengan poros ulir.

Roda gigi penukar disediakan secara khusus untuk memenuhi keperluan pembuatan ulir. Jumlah gigi pada masing-masing roda gigi penukar bervariasi besarnya mulai dari jumlah 15 sampai dengan jumlah gigi maksimum 127. Roda gigi penukar dengan jumlah 127 mempunyai kekhususan karena digunakan untuk konversi dari ulir metrik ke ulir inci.

Prinsip kerja mesin bubut

Mesin bubut yang menggunakan sabuk di Hagley Museum

Poros spindel akan memutar benda kerja melalui piringan pembawa sehingga memutar roda gigi pada poros spindel. Melalui roda gigi penghubung, putaran akan disampaikan ke roda gigi poros ulir. Oleh klem berulir, putaran poros ulir tersebut diubah menjadi gerak translasi pada eretan yang membawa pahat. Akibatnya pada benda kerja akan terjadi sayatan yang berbentuk ulir.

Bagian-bagian mesin bubut

Mesin bubut terdiri dari meja dan kepala tetap. Di dalam kepala tetap terdapat roda-roda gigi transmisi penukar putaran yang akan memutar poros spindel. Poros spindel akan menmutar benda kerja melalui cekal. Eretan utama akan bergerak sepanjang meja sambil membawa eretan lintang dan eretan atas dan dudukan pahat. Sumber utama dari semua gerakkan tersebut berasal dari motor listrik untuk memutar pulley melalui sabuk.

Jenis-jenis Mesin Bubut

  1. Mesin Bubut Universal
  2. Mesin Bubut Khusus
  3. Mesin Bubut Konvensional
  4. Mesin Bubut dengan Komputer (CNC)

MESIN CNC

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Mesin perkakas merupakan suatu alat yang berfungsi memotong atau piranti pengolahan lain dan part. Jadi, yang dimaksud dengan mesin perkakas adalah suatu alat atau mesin dimana energi yang diberikan, kemudian dipergunakan untuk mendeformasikan dan memotong material ke dalam bentuk dan ukuran produk atau benda kerja sesuai dengan kehendak. Manakala mesin perkakas sedang melakukan pemakanan, program instruksi dapat diubah untuk memproses suatu pekerjaan baru.

Syarat-syarat umum yang harus dipenuhi oleh mesin perkakas adalah:
a. Kebutuhan akan daya kerja
b. Efisiensi yang tinggi baik secara teknis maupun ekonomis.
c. Performance
d. Kualitas kerja
e. Kekakuan static dan dinamic
f. Deformasi mekanis yang mungkin terjadi
g. Gaya-gaya yang terjadi pada saat operasi.

Ketelitian adalah kegiatan menganalisis atau mengolah data secara sistematis untuk mencapai kesalahan yang relatif terhadap suatu acuan. Sedangkan ketepatan adalah kemampuan yang dicapai untuk memenuhi besar atau kecilnya suatu target dengan cara mengulangi hal yang sama. Dan semua itu harus terdapat pada kualitas kerja dari mesin tersebut agar dapat tercapai suatu standart.

1. Kontrol Numerik atau Pengaturan Numerik
Kontrol numerik atau pengaturan numerik (numerical control: NC) adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan kontrol gerakan mesin dan berbagai fungsi lainnya berupa program otomasi dimana tindakan mekanik dari suatu alat-alat permesinan atau peralatan lain dikendalikan oleh suatu program yang berisi data kode angka. Data alphanumerical menghadirkan suatu instruksi pekerjaan untuk mengoperasikan mesin tersebut.
Numeric Control (NC) adalah suatu kendali mesin atas dasar informasi digital, ini diperkenalkan di area pabrikasi. NC adalah bermanfaat untuk produksi rendah dan medium yang memvariasikan produksi item, di mana bentuk, dimensi, rute proses, dan pengerjaan dengan mesin bervariasi.
Istilah computer numerical control (CNC) digunakan bila sistem kontrol memakai komputer internal. Komputer internal memungkinkan penyimpanan program tambahan, penyuntingan program, penjalanan program dari memori, diagnostik kontrol dan pemeriksaan mesin, pekerjaan rutin-rutin dan khusus, dan kemampuan melakukan perubahan skala inci/ metrik/ absolut.

Pembuatan komponen dengan CNC memerlukan akses langsung ke mesin dan instalasi komputer agar memperoleh pengalaman praktis yang amat diperlukan. Dalam menggunakan piranti dan jenis mesin tertentu, seperti mengoperasikan mesin-mesin turning, milling dan drilling harus memahami bahasa serta teknik pemrograman memerlukan instruksi.

2. Sistem Pengoperasian Mesin
Kode data diubah untuk satu rangkaian perintah, yang mana servo mekanisme, seperti suatu pijakan motor yang berputar sesuai jumlah yang telah ditetapkan, memperbaiki dengan masing-masing mengemudi dari suatu meja pekerjaan dan suatu alat untuk melaksanakan suatu pengerjaan dengan mesin dan gerakan yang ditetapkan oleh suatu sistem pengulangan tertutup atau terbuka.
Sistem operasi dari mesin perkakas NC adalah menggunakan sistem operasi CNC sehingga diperlukan pengenalan kode data untuk menjalankan satu rangkaian perintah. Adapun contoh dari sistem operasi dari mesin perkakas NC adalah:

Fungsi G
G00 Pengaturan posisi dengan gerak cepat yang mempunyai kemungkinan gerakan yang terjadi berupa eretan yang bergerak dalam arah x, y, z, dan x dan z
G01 Interpolasi linier adalah mendapatkan harga antara yang terletak pada garis lurus. Kemungkinan gerakan yang terjadi yaitu pembubutan dalam arah z atau memanjang, arah x atau melintang, arah x dan z atau membubutan tirus.
G02 Interpolasi melingkar dengan arah kekanan
G03 Interpolasi melintang atau melingkar arah kekiri
G04 Waktu tinggal diam (istirahat dalam detik)
G20-G21 Nilai masukan ditetapkan dalam satuan milimeter atau inchi
G24 Pemrograman radius
G25 Pemanggilan sub program
G27 Perintah melompat / melewati blok
G28 Kembali ketitik acuan
G33 Pemotongan ulir
G41-G42 Pemotongan benda kerja sesuai dengan kompensasi pada permukaan benda kerja.
G64 Mematikan motor/ mematikan arus listrik
G84 Siklus pembubutan memanjang
G88 Siklus pembubutan melintang

Fungsi M
M00 Menghentikan program, yang dilakukan di pertengahan program. Operator harus siap kembali
M03-M04 Start spindel searah jarum jam
M05 Spindel stop
M06 Penghitungan panjang pahat
M09 Memulai atau pembatalan putaran pemotongan
M17 Memulai atau membatalkan spindel dan cairan memotong
M19 Memutar atau membatalkan spindel untuk mengorientasikan posisi.
M30 Mengakhiri program, memutar kembali atau memberhentikan mesin.
M99 Parameter lingkaran

3. Jenis Mesin Perkakas NC
Mesin perkakas NC meliputi mesin dengan operasi tujuan tunggal. Dan yang akan kami ceritakan disini adalah mesin perkakas NC untuk mesin bubut (CNC Turning).
a. Prinsip Kerja CNC Turning
Benda kerja dipegang oleh pencekam yang dipasang diujung poros utama (spindel). Dengan memutar lengan pengatur, yang terdapat pada kepala tetap, putaran spindel (n) dapat dipilih. Harga putaran spindel umumnya dibuat bertingkat, dengan aturan yang telah distandarkan, misalnya 630, 710, 800, 900, 1000, 1120, 1400, 1600, 1800, dan 2000 rpm. Kecepatan putaran spindel tidak lagi bertingkat melainkan berkesinambungan (kontinue). Pahat dipasangkan pada dudukan pahat dan kedalaman potong (a) diatur dengan menggeserkan peluncur silang melalui roda pemutar dan gerak makannya diatur dengan lengan pengatur pada rumah roda gigi. Gerak makan (f) yang tersedia pada mesin bubut bermacam-macam dan menurut tingkatan yang telah distandarkan, misalnya: …….., 0.1, 0.112, 0.125, 0.14, 0.16, …… (mm/(r)).
Bubut merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan (feeding). Memutar memerlukan two-axis, kendali alur berlanjut, yang manapun untuk menghasilkan suatu ilmu ukur silindris lurus/langsung atau untuk menciptakan suatu profil.
Bedanya dengan Mesin perkakas NC adalah meliputi mesin dengan operasi tujuan tunggal, yang memberikan informasi kuantitatif seperti pengerjaan dengan mesin operasi yang disajikan oleh suatu komputer kendali dengan program database berupa kode data yang diubah untuk satu rangkaian perintah yang menyimpan instruksi secara langsung untuk mengendalikan alat-alat bermesin CNC (Computer Numerical Control).

b. Bagian-Bagian Mesin CNC Turning
Bagian dari mesin CNC Turning tidak jauh berbeda dengan yang berada pada mesin bubut konvensional yaitu sebagai berikut:
Unit Kontrol berupa panel pengontrolan yang berisi tombol-tombolØ perintah untuk menjelaskan kontrol gerakan mesin dan berbagai fungsi lainnya yang menggunakan instruksi oleh sistem kontrol elektronika.
Kepala Tetap berupa roda-roda gigi transmisi penukar putaran yang akanØ memutar poros spindel
Poros utama (spindel) berupa tempat kedudukan pencekam untukØ berdirinya benda kerja.
Eretan utama (appron) akan bergerak sepanjang meja sambil membawaØ eretan lintang (cross slide) dan eretan atas (upper cross slide) dan dudukan pahat.
Eretan Melintang yang menggerakan pahat arah melintang.Ø
Eretan Memanjang yØang menggerakan pahat arah vertikal.
Kepala Lepas, sejajar kepala tetap untuk membantu pergerakan spindelØ dalam memegang benda kerja.

4. Keuntungan dan Kerugian
Faktor-faktor yang menyebabkan mesin perkakas NC jenis CNC Turning ini lebih menguntungkan adalah sebagai berikut:

a. Laju produksi cepat.
b. Keakuratan pada lebih besar dan repeatabilas.
c. Menurunkan tingkat tarip sisa (pemborosan komponen).
d. Mengurangi kebutuhan pemeriksaan.
e. Tidak banyak memakan tempat/ ruangan
f. Level keterampilan yang dibutuhan operator dikurangi

Adapun kerugian yang dapat ditimbulkan oleh mesin perkakas NC jenis CNC Turning ini adalah sebagai berikut:

a. Pengerjaan komponen dengan mesin yang mudah menjadi sulit karena menggunakan format yang rumit.
b. Modal yang ditanamkan mengalami peningkatan.
c. Peralatan sederhana tetap diperlukan
d. Dibutuhkan tenaga ahli yang berfungsi untuk memprogram peralatan NC.

Pembuatan komponen dengan CNC memerlukan akses langsung ke mesin dan instalasi komputer agar memperoleh pengalaman praktis yang amat diperlukan. Dalam menggunakan piranti dan jenis mesin tertentu, seperti mengoperasikan mesin-mesin turning, milling dan drilling harus memahami bahasa serta teknik pemrograman memerlukan instruksi.

2. Sistem Pengoperasian Mesin
Kode data diubah untuk satu rangkaian perintah, yang mana servo mekanisme, seperti suatu pijakan motor yang berputar sesuai jumlah yang telah ditetapkan, memperbaiki dengan masing-masing mengemudi dari suatu meja pekerjaan dan suatu alat untuk melaksanakan suatu pengerjaan dengan mesin dan gerakan yang ditetapkan oleh suatu sistem pengulangan tertutup atau terbuka.
Sistem operasi dari mesin perkakas NC adalah menggunakan sistem operasi CNC sehingga diperlukan pengenalan kode data untuk menjalankan satu rangkaian perintah. Adapun contoh dari sistem operasi dari mesin perkakas NC adalah:

Fungsi G
G00 Pengaturan posisi dengan gerak cepat yang mempunyai kemungkinan gerakan yang terjadi berupa eretan yang bergerak dalam arah x, y, z, dan x dan z
G01 Interpolasi linier adalah mendapatkan harga antara yang terletak pada garis lurus. Kemungkinan gerakan yang terjadi yaitu pembubutan dalam arah z atau memanjang, arah x atau melintang, arah x dan z atau membubutan tirus.
G02 Interpolasi melingkar dengan arah kekanan
G03 Interpolasi melintang atau melingkar arah kekiri
G04 Waktu tinggal diam (istirahat dalam detik)
G20-G21 Nilai masukan ditetapkan dalam satuan milimeter atau inchi
G24 Pemrograman radius
G25 Pemanggilan sub program
G27 Perintah melompat / melewati blok
G28 Kembali ketitik acuan
G33 Pemotongan ulir
G41-G42 Pemotongan benda kerja sesuai dengan kompensasi pada permukaan benda kerja.
G64 Mematikan motor/ mematikan arus listrik
G84 Siklus pembubutan memanjang
G88 Siklus pembubutan melintang

Fungsi M
M00 Menghentikan program, yang dilakukan di pertengahan program. Operator harus siap kembali
M03-M04 Start spindel searah jarum jam
M05 Spindel stop
M06 Penghitungan panjang pahat
M09 Memulai atau pembatalan putaran pemotongan
M17 Memulai atau membatalkan spindel dan cairan memotong
M19 Memutar atau membatalkan spindel untuk mengorientasikan posisi.
M30 Mengakhiri program, memutar kembali atau memberhentikan mesin.
M99 Parameter lingkaran

3. Jenis Mesin Perkakas NC
Mesin perkakas NC meliputi mesin dengan operasi tujuan tunggal. Dan yang akan kami ceritakan disini adalah mesin perkakas NC untuk mesin bubut (CNC Turning).
a. Prinsip Kerja CNC Turning
Benda kerja dipegang oleh pencekam yang dipasang diujung poros utama (spindel). Dengan memutar lengan pengatur, yang terdapat pada kepala tetap, putaran spindel (n) dapat dipilih. Harga putaran spindel umumnya dibuat bertingkat, dengan aturan yang telah distandarkan, misalnya 630, 710, 800, 900, 1000, 1120, 1400, 1600, 1800, dan 2000 rpm. Kecepatan putaran spindel tidak lagi bertingkat melainkan berkesinambungan (kontinue). Pahat dipasangkan pada dudukan pahat dan kedalaman potong (a) diatur dengan menggeserkan peluncur silang melalui roda pemutar dan gerak makannya diatur dengan lengan pengatur pada rumah roda gigi. Gerak makan (f) yang tersedia pada mesin bubut bermacam-macam dan menurut tingkatan yang telah distandarkan, misalnya: …….., 0.1, 0.112, 0.125, 0.14, 0.16, …… (mm/(r)).
Bubut merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan (feeding). Memutar memerlukan two-axis, kendali alur berlanjut, yang manapun untuk menghasilkan suatu ilmu ukur silindris lurus/langsung atau untuk menciptakan suatu profil.
Bedanya dengan Mesin perkakas NC adalah meliputi mesin dengan operasi tujuan tunggal, yang memberikan informasi kuantitatif seperti pengerjaan dengan mesin operasi yang disajikan oleh suatu komputer kendali dengan program database berupa kode data yang diubah untuk satu rangkaian perintah yang menyimpan instruksi secara langsung untuk mengendalikan alat-alat bermesin CNC (Computer Numerical Control).

b. Bagian-Bagian Mesin CNC Turning
Bagian dari mesin CNC Turning tidak jauh berbeda dengan yang berada pada mesin bubut konvensional yaitu sebagai berikut:
Unit Kontrol berupa panel pengontrolan yang berisi tombol-tombolØ perintah untuk menjelaskan kontrol gerakan mesin dan berbagai fungsi lainnya yang menggunakan instruksi oleh sistem kontrol elektronika.
Kepala Tetap berupa roda-roda gigi transmisi penukar putaran yang akanØ memutar poros spindel
Poros utama (spindel) berupa tempat kedudukan pencekam untukØ berdirinya benda kerja.
Eretan utama (appron) akan bergerak sepanjang meja sambil membawaØ eretan lintang (cross slide) dan eretan atas (upper cross slide) dan dudukan pahat.
Eretan Melintang yang menggerakan pahat arah melintang.Ø
Eretan Memanjang yang menggerakan pahat arah vertikal.Ø
Kepala Lepas, sejajar kepala tetap untuk membantu pergerakan spindelØ dalam memegang benda kerja.

4. Keuntungan dan Kerugian
Faktor-faktor yang menyebabkan mesin perkakas NC jenis CNC Turning ini lebih menguntungkan adalah sebagai berikut:

a. Laju produksi cepat.
b. Keakuratan pada lebih besar dan repeatabilas.
c. Menurunkan tingkat tarip sisa (pemborosan komponen).
d. Mengurangi kebutuhan pemeriksaan.
e. Tidak banyak memakan tempat/ ruangan
f. Level keterampilan yang dibutuhan operator dikurangi

Adapun kerugian yang dapat ditimbulkan oleh mesin perkakas NC jenis CNC Turning ini adalah sebagai berikut:

a. Pengerjaan komponen dengan mesin yang mudah menjadi sulit karena menggunakan format yang rumit.
b. Modal yang ditanamkan mengalami peningkatan.
c. Peralatan sederhana tetap diperlukan
d. Dibutuhkan tenaga ahli yang berfungsi untuk memprogram peralatan NC.

TURBIN UAP

April 19, 2010

TURBIN UAP

Turbin uap adalah suatu penggerak mula yang mengubah energi potensial menjadi energi kinetik dan energi kinetik ini selanjutnya diubah menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran poros turbin. Poros turbin langsung atau dengan bantuan elemen lain, dihubungkan dengan mekanisme yang digerakkan. Tergantung dari jenis mekanisme yang digerakkan turbin uap dapat digunakan pada berbagai bidang industri, seperti untuk pembangkit listrik.

Turbin uap merupakan salah satu jenis mesin yang menggunakan metode external combustion engine (mesin pembakaran luar). Pemanasan fluida kerja (uap) dilakukan di luar sistem. Prinsip kerja dari suatu instalasi turbin uap secara umum adalah dimulai dari pemanasan air pada ketel uap. Uap air hasil pemanasan yang bertemperatur dan bertekanan tinggi selanjutnya digunakan untuk menggerakkan poros turbin. Uap yang keluar dari turbin selanjutnya dapat dipanaskan kembali atau langsung disalurkan ke kondensor untuk didinginkan. Pada kondensor uap berubah kembali menjadi air dengan tekanan dan temperatur yang telah menurun. Selanjutnya air tersebut dialirkan kembali ke ketal uap dengan bantuan pompa. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa turbin uap adalah mesin pembangkit yang bekerja dengan sistem siklus tertutup.

Komponen Utama Turbin Uap

Secara umum komponen-komponen utama dari sebuah turbin uap adalah :

  • Nosel, sebagai media ekspansi uap yang merubah energi potensial menjadi energi kinetik.
  • Sudu, alat yang menerima gaya dari energi kinetik uap melalui nosel.
  • Cakram, tempat sudu-sudu dipasang secara radial pada poros.
  • Poros, sebagai komponen utama tempat dipasangnya cakram-cakram sepanjang sumbu.
  • Bantalan, bagian yang berfungsi uuntuk menyokong kedua ujung poros dan banyak menerima beban.
  • Kopling, sebagai penghubung antara mekanisme turbin uap dengan mekanisme yang digerakkan.

ALAT PENGAMAN UAP


Klasifikasi Turbin Uap
Turbin uap dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
a. Menurut arah aliran uap
Turbin aksial
Fluida kerja mengalir dalam arah yang sejajar terhadap sumbu turbin
Turbin radial
Fluida kerja mengalir dalam arah yang tegak lurus terhadap sumbu turbin.
b. Menurut prinsip aksi uap
Turbin impuls
Energi potensial uap diubah menjadi energi kinetik di dalam nosel.
Turbin reaksi
Ekspansi uap terjadi pada sudu pengarah dan sudu gerak.
c. Menurut kondisi uap pada sisi masuk turbin.
Turbin tekanan rendah
Memakai uap pada tekanan 1,2 – 2 ata.
Turbin tekanan menengah
Memakai uap pada tekanan sampai 40 ata.
Turbin tekanan tinggi
Memakai uap pada tekanan sampai 170 ata atau lebih.
Turbin tekanan super tinggi
Memakai uap pada tekanan sampai 235 ata atau lebih.
d. Menurut pemakaiannya di bidang industri
– Turbin stasioner dengan putaran yang konstan yang dipakai terutama untuk generator.
– Turbin stasioner dengan putaran yang bervariasi dipakai untuk mengerakkan blower turbo, pompa, dan lain-lain.
– Turbin tidak stasioner dengan putaran yang bervariasi, biasa digunakan pada kapal dan lokomotif uap.

PARIPUNA DPR BACAKAN KESIMPULAN KASUS CENTURY

April 19, 2010
PARIPUNA DPR BACAKAN KESIMPULAN KASUS CENTURY
Selasa, 02 Maret 2010 12:13

Jakarta – Rapat paripurna DPR di Jakarta, Selasa, membacakan dua opsi kesimpulan Panitia Angket Kasus Bank Century sesuai kesepakatan pada rapat pleno Panitia Angket sebelumnya.

Menurut anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo, rapat paripurna DPR kali ini akan membacakan kesimpulan Panitia Angket Kasus Bank Century.

“Dua opsi kesimpulan itu adalah opsi pertama menyimpulkan pemberian dana talangan ke Bank Century tidak ada pelanggaran karena sudah sesuai prosedur serta opsi kedua ada pelanggaran pada pemberian dana talangan ke Bank Century,” kata kata Bambang di sela acara rapat paripurna DPR.

Dikatakannya, sikap Partai Golkar hingga kesepakatan terakhir Senin malam (1/3) tetap konsisten yakni menemukan adanya pelanggaran pada pemberian dana talangan ke Bank Century.

Dikatakannya, Partai Golkar akan mengusulkan agar dalam rapat paripurna hari ini tidak lagi membacakan pandangan akhir fraksi-fraksi tapi hanya membacakan kesimpulan akhir Panitia Angket dan kemudian langsung menetapkan keputusan.

Pernyataan yang sama juga dikemukakan anggota DPR dari Fraksi Hanura Akbar Faizal yang mengatakan tidak perlu lagi penyampaian pandangan akhir fraksi-fraksi, karena seluruh fraksi sudah menyampaikan pandangan aknhirnya para rapat pleno Panitia Angket, Selasa (23/3) malam.

“Saya kira pandangan akhir Fraksi-fraksi sudah jelas dan tidak perlu diulangi karena hanya akan membuang-buang waktu,” katanya.

Akbar juga mengusulkan agar rapat paripurna hari ini bisa langsung melakukan pengambilan keputusan.

“Kalau hasil Panitia Angket bisa segera diputuskan kenapa harus dipersulit dan diulur waktunya sampai besok,” katanya.

Rapat paripurna dimpimpin Ketua DPR Marzuki Alie dan pada saat dibuka dihadiri 431 anggota dari 560 anggota DPR atau sekitar 77 persen.

Daftar pustaka :

http://www.google.com

Hello world!

April 19, 2010

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!