MBAH PRIOK

SBY: Hentikan Penggusuran Makam Mbah Priok…!

Rabu, 14 April 2010 – 23:19 wib
TB Ardi Januar – Okezone
presidenri.go.id

JAKARTA – Bentrokan yang terjadi di makam Mbak Priok, Koja, Jakarta Utara, menyita perhatian publik, tak terkecuali Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Malam tadi sekira pukul 23.00 WIB, Rabu (14/4/2010), SBY menggelar jumpa pers di Istana Negara. SBY memerintahkan agar pembongkaran makam Mbah Priok dihentikan.

“Saya sudah menginstruksikan kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menghentikan pembongkaran atau renovasi makam tersebut,” tegas SBY seperti yang disiarkan secara langsung oleh Metro TV.

Dirinya juga mengimbau kepada Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo beserta jajarannya untuk terus bersikap persuasif dan membicarakan secara baik-baik dengan warga.

“Sekali lagi saya sampaikan dan ini berlaku bagi provinsi manapun agar memilih cara pendekatan yang baik untuk melakukan penertiban,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, ratusan orang yang terdiri dari aparat kepolisian, personel Satpol PP, dan masyarakat, mengalami luka serius akibat bentrokan yang terjadi pagi hingga petang tadi. Bahkan, salah seorang anggota Satpol PP bernama W Soepoeno ditemukan tewas di lokasi kejadian.

“Tadi saya sudah mendapat kabar dari Wakil Gubernur DKI bahwa ada satu anggota Satpol PP meninggal dunia. Saya ucapkan bela sungkawa,

Pantang menyerah,demi mbah priok

Warga sekitar menggunakan tameng polisi untuk melawan polisi

Warga yang terluka saat bentrokan

Mobil satpol pp dibakar warga

Satpol pp mengevakuasi seorang anggotanya yang terluka

KERUSUHAN PRIOK

Yang Harus Tanggung Jawab dari Dirut Pelindo Sampai Presiden
Kamis, 15 April 2010, 13:01:00 WIB

Laporan: Firardi Rozy

Jakarta, RMOL. Penggusuran secara paksa terhadap makam Mbah Priok adalah bentuk arogansi kekuasaan Pemprov DKI dan PT Pelindo dalam merusak budaya masyarakat yang seharusnya dipelihara negara.

“Kekerasan dan kebrutalan Satpol PP cermin pemerintah yang selalu mengedepankan kekerasan dalam menertibkan rakyat,” kata aktivis Petisi 28, Haris Rusli Moti, di gedung Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Menteng, Jakarta, Kamis (15/4).

Selain itu, kerusuhan Priok juga merupakan potret ketidakmampuan pemerintah menjalankan administrasi yang akuntabel serta pengelolaaan persoalan perkotaan dan kemiskinan tanpa kekerasan.

“Pemerintah masih menganggap kekumuhan dan kemiskinan sebagai musuh bersama. untuk itu, di Komnas HAM, Petisi 28 menuntut pembubaran Satpol PP yang menjadi alat kekuasaan negara,” tegasnya.

Tak hanya menuntut pembubaran Satpol PP, Petisi 28 juga mempinta pertanggung jawaban SBY-Boediono atas praktek kekerasan negara yang dilakukan aparat penegak hukum di seluruh daerah.

Begitu juga kepada Gubernur DKI Fauzi Bowo dan Wakil Gubernur DKI Prijanto serta Kepala Satpol PP Harianto Bajuri. Mereka disebut gagal memberi perlindungan terhadap rakyat.

“Walikota juga harus mundur karena bersekutu dengan kekuatan modal. Tangkap dan adili Dirut Pelindo II serta jajarannya karena telah melakukan dugaan skenario penggusuran disertai kekerasan terhadap rakyat,” tegasnya

Kisah Panjang Makam Keramat Mbah Priok

Upaya membongkar makam Mbah Priok di Koja, bukan kali ini saja. Semua gagal.

Kamis, 15 April 2010, 06:28 WIB

Elin Yunita Kristanti

Rusuh di depan makam mbah Priok

VIVAnews – Darah tertumpah di muka makam keramat Mbah Priok di Koja, Jakarta Utara, Rabu 14 April 2010. Kerusuhan antara aparat dan warga diwarnai berbagai aksi kekerasan.

Ada yang tewas tergeletak, sementara korban-korban lain berjatuhan karena sabetan kelewang, diinjak-injak, dan jadi sasaran pukulan — demi sebuah tanah makam.

Bagi warga masyarakat, Mbah Priok atau Habib Hasan bin Muhammad al Haddad bukan tokoh biasa. Dia adalah penyebar agama Islam dan seorang tokoh yang melegenda. Namanya bahkan jadi cikal bakal nama kawasan Tanjung Priok.

Mbah Priok bukan orang asli Jakarta. Dia dilahirkan di Ulu, Palembang, Sumatera Selatan pada 1722 dengan nama Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan Bin Muhammad Al Haddad R.A.

Al Imam Al Arif Billah belajar agama dari ayah dan kakeknya, sebelum akhirnya pergi ke Hadramaut, Yaman Selatan, untuk memperdalam ilmu agama.

Menjadi penyebar syiar Islam adalah pilihan hidupnya. Pada 1756, dalam usia 29 tahun, dia pergi ke Pulau Jawa.

Al Imam Al Arif Billah tak sendirian, dia pergi bersama Al Arif Billah Al Habib Ali Al Haddad dan tiga orang lainnya menggunakan perahu.

Konon, dalam perjalanannya, rombongan dikejar-kejar tentara Belanda. Namun, mereka tak takluk.

Dalam perjalanan yang makan waktu dua bulan, perahu yang mereka tumpangi dihantam ombak. Semua perbekalan tercebur, tinggal beberapa liter beras yang tercecer dan periuk untuk menanak nasi.

Suatu saat rombongan ini kehabisan kayu bakar, bahkan dayung pun habis dibakar. Saat itu, Mbah Priok memasukan periuk berisi beras ke jubahnya. Dengan doa, beras dalam periuk berubah menjadi nasi.

Cobaan belum berakhir, beberapa hari kemudian datang ombak besar disertai hujan dan guntur. Perahu tak bisa dikendalikan dan terbalik. Tiga orang tewas, sedangkan Al Imam Al Arif Billah dan Al Arif Billah Al Habib harus susah payah mencapai perahu hingga perahu yang saat itu dalam posisi terbalik.

Dalam kondisi terjepit dan tubuh lemah, keduanya salat berjamaah dan berdoa. Kondisi dingin dan kritis ini berlangsung 10 hari, sehingga wafatlah Al Imam Al Arif Billah.

Sedangkan Al Arif Billah Al Habib alam kondisi lemah duduk diatas perahu disertai priuk dan sebuah dayung — terdorong ombak dan diiringi lumba-lumba menuju pantai.

Kejadian itu disaksikan beberapa orang yang langsung memberi bantuan. Jenazah Al Imam Al Arif Billah dimakamkan. Dayung  yang yang sudah pendek ditancapkan sebagai nisan. Di bagian kaki ditancapkan kayu sebesar lengan anak kecil — yang akhirnya tumbuh menjadi pohon tanjung.

Sementara periuk nasi yang bisa menanak beras secara ajaib ditaruh di sisi makam. Konon — periuk tersebut  lama-lama bergeser dan akhirnya sampai ke laut.

Banyak orang mengaku jadi saksi, 3 atau 4 tahun sekali periuk itu timbul di laut dengan ukuran sebesar rumah.

Berdasarkan kejadian itu, daerah tersebut akhirnya dinamakan dengan Tanjung Priuk, ada juga yang menyebut Pondok Dayung — yang artinya dayung pendek.  Nama Al Imam Al Arif Billah pun dikenal jadi ‘Mbah Priok’.

Rekan perjalanan Mbah Priok, Al Arif Billah Habib Ali Al Haddad dikabarkan sempat menetap di daerah itu. Dia lalu melanjutkan perjalanannya hingga berakhir di Sumbawa.

****
Dikisahkan, rencana pembongkaran makam Mbah Priok bukan kali ini saja.

Konon, ketika Belanda berkuasa, pemerintah kolonial ingin membongkar makam ini tiba terdengar ledakan keras dan sinar dari dalam makam, sehingga urung dibongkar.

Pada era Orde Baru, pembongkaran juga direncanakan. Namun yang terjadi, buldozer untuk membongkar makam yang dikeramatkan itu meledak. Korban jiwa pun jatuh.

Rencana pembongkaran terakhir sebenarnya direncanakan sejak 2004 lalu. Namun, baru hari ini terealisasi.

Ratusan Satpol PP dibantu kepolisian mengeksekusi lahan — yang menurut instruksi gubernur DKI nomor 132/2009 tentang penertiban bangunan — berdiri di atas lahan milik PT Pelindo II, sesuai dengan hak pengelolaan lahan (HPL) Nomor 01/Koja dengan luas 1.452.270 meter persegi.

Pemerintah DKI berdalih tidak akan membongkar makam. Kepala Bidang Informasi dan Publikasi Pemprov DKI Cucu Ahmad Kurnia mengatakan makam itu akan dijadikan monumen dan cagar budaya. Bukan digusur.

Apalagi, kata Cucu, jasad Mbah Priok sudah tidak ada di sana. Jasad itu sudah dipindahkan ke TPU Semper.

Menurut surat Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta pada 10 Februari 2009, jasad Mbah Priok dipindahkan pada 21 Agustus 1997. Sebagian lagi jasadnya dibawa ahli waris ke luar kota.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: